PEMBUATAN JALUR TERBANG UAV PADA AREA MEMANJANG (Studi Kasus Pemotretan Udara Sungai Cimanuk)

Pembuatan jalur untuk pemotretan udara perlu diperhatikan karena sangat berpengaruh pada hasil output dari foto udara. Tolak ukur keberhasilan misi juga dipengaruhi oleh pembuatan jalur terbang yang baik. Pada beberapa kasus, seringkali kita temui area yang menjadi AOI berbentuk memanjang dan tidak kompak. Obyek-obyek tersebut seperti sungai, jalan raya dan rel kereta api. Ketika memotret obyek yang memanjang tentu kita akan lebih bergantung pada jangkauan telemetry dibanding daya jelajah pesawat, dimana tuntutanya tetap sama yaitu foto dengan pertampalan yang cukup dan tanpa ada area yang luput.

Penanganan kasus pemotretan pada area yang memanjang dan berkelok kami bahas lebih lanjut dengan mengambil kasus pemotretan udara sungai cimanuk, dengan bentuk sungai yang memanjang dan berkelok, ditambah dengan medan bergunung, dibutuhkan banyak penyesuaian dalam jalur terbangnya.

Total panjang areal sungai Cimanuk yang di foto adalah kurang lebih 40 km yang membentang dari Limbangan sampai dengan Cipanglinggaran. Bentuk jalur terbang untuk areal sungai seperti ini tidak mengikuti bentuk kelokan sungai, namun dengan menyederhanakan bentuk sungai yang berbelok menjadi blok-blok aoi dengan bentuk yang lebih kompak. Hal ini tentu akan berdampak pada  luasan pemotretan yang menjadi lebih besar, namun diharapkan dari bentuk jalur terbang yang kompak, pemotretan lebih efektif dalam pengambilan foto dan manuver terbang wahana tidak terlalu banyak jadi lebih bisa menghemat daya battery. Karena  jalur terbang  yang terlalu banyak manuver berpengaruh terhadap daya jelajah wahana.

Gambar 1 Blok Rencana Jalur Penerbangan

Konsep tersebut kami gambarkan menjadi blok-blok aoi seperti pada gambar diatas. Blok AOI berguna sebagai acauan untuk membuat jalur penerbangan dan peletakan premark untuk pengukuran ground control point. Jalur penerbangan dibagi menjadi per area luasan berdasarkan daya jelajah wahana dan buffer sungai. Kemudian dari blok AOI dijadikan sebagai patokan untuk membuat jalur terbang, biasanya untuk area perpotongan antar jalur terbang dilebihkan sedikit agar foto dapat menyambung. Sehingga output yang dihasilkan rapi dan sesuai dengan luasan yang dimaksud.

Area Petampalan antar jalur terbang juga perlu di perhatikan agar output foto udara tidak terpotong. Dalam menggabungkan area pertampalan usahakan line garis antar kedua jalur saling menyambung atau saling bertampal sehingga pada saat melakukan pengolahan lebih mudah dan lebih tertata rapi posisi foto yang sudah ter geotag pada software agisoft. Untuk ketinggian (alt) pesawat pada pemotretan ini menggunakan ketinggian 400 meter dengan sidelap 85 dan endlap 55. Pada beberapa kasus polygon flight berbeda beda luasan hektarnya, sehingga durasi terbang juga berbeda beda. Karena Garut merupakan daerah cekungan sehingga cukup banyak angina lembah yang mengganggu penerbangan, contohnya pada flight antara gunung cikuray pada monitor terlihat pesawat mengalami crabbing, yaitu terbang menyamping krn kuatnya angin.

Gambar 2 Contoh jalur terbang pada area AOI

Berikut merupakan salah satu contoh flight penerbangan di areal sungai Cimanuk, pada beberapa polygon flight cenderung tidak membentuk kotak karena mengikuti alur area sungai. Ground resolution yang didapatkan bila terbang pada ketinggian 400 meter adalah 10, 6 cm. Durasi penerbangan suatu misi rata rata membutuhkan waktu 25,12 menit dengan area besaran kurang lebih 560 ha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.